Minggu, 30 Oktober 2011

Militer

VIVAnews - Amerika Serikat (AS) selama ini terkenal sebagai pasar penghasil persenjataan dunia dan ditaksir bakal menjual hingga US$50 miliar pada tahun ini. Walaupun diketahui bisnis persenjataan dunia pada 2011 tidak akan sebaik setahun sebelumnya.

Sejumlah angkatan bersenjata di berbagai negara tahun lalu tercatat menghabiskan dana hingga US$1,63 triliun, atau naik tipis 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran dana tersebut, termasuk untuk pembelian senjata, keperluan prajurit, serta dana untuk memelihara perlengkapan dan infrastruktur militer yang sudah dimiliki.

Berdasarkan data Stockholm International Peace Research Institute seperti dikutip VIVAnews.com dari laman 247wallst.com, Sabtu, 16 April 2011, disebutkan bahwa banyak negara yang hingga kini belum menyerah untuk mengurangi anggaran pertahanan mereka. Bahkan, belanja militer di negara-negara Afrika dan Amerika Selatan justru meningkat hingga 6 persen.

Di antara 10 negara di dunia yang mengeluarkan anggaran besar selama 10 tahun terakhir, tercatat empat negara dari kawasan Asia masuk dalam daftar tersebut. Sementara itu, dari kawasan Eropa tercatat lima negara memiliki anggaran militer terbesar yaitu Italia, Jerman, Rusia, Prancis, dan Inggris.

Posisi pertama dalam daftar 10 negara yang mengalokasikan dana terbesar selama 2010 dipegang oleh Amerika Serikat yang mengeluarkan dana hingga US$698 miliar. Kenaikan anggaran militer tersebut meningkat 81,3 persen dibandingkan posisi pada 2001.

Berikut empat negara Asia yang menganggarkan miliaran dolar AS selama 2010 untuk kegiatan militer :

4. India
Rudal berhulu ledak nuklir jarak jauh Agni III milik India
Belanja militer 2010: US$41,3 miliar.
Perubahan 2001-2010: 54,3 persen.
Persentase terhadap produk domestik bruto (PDB): 2,7 persen.

India menempati posisi kelima negara di Asia atau kesembilan dunia sebagai negara yang mengalokasikan dana cukup besar untuk kegiatan militernya. Anggaran belanja militer India tahun lalu sebesar US$1 miliar memang menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, penurunan ini diperkirakan tidak bertahan lama karena pada Februari lalu, pemerintah India meningkatkan belanja militernya sebesar 11,6 persen. Hal itu dilakukan seiring makin kuatnya militer di China dan Pakistan.

3. Arab Saudi
Konvoi pasukan Arab Saudi tiba di Bahrain, 14 Maret 2011
Belanja militer 2010: US$45,2 miliar.
Perubahan 2001-2010: 63 persen.
Persentase terhadap PDB: 10,4 persen.

Tingginya anggaran belanja militer Arab Saudi tidak terlepas dari kekuatan ekonomi yang begitu besar. Anggaran sebesar US$45,2 miliar tahun lalu merupakan 10,4 persen dari total produk domestik bruto (PDB) negara Teluk  ini. Persentase ini merupakan yang terbesar dibandingkan negara-negara dengan anggaran belanja terbesar dalam daftar 10 negara ini. Arab Saudi juga menjadi negara yang mengalami peningkatan belanja militer terbesar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4 persen.

2. Jepang
Prototipe pesawat jet siluman Jepang pada 2006
Belanja militer 2010: US$54,5 miliar.
Perubahan 2001-2010: minus 1,7 persen.
Persentase terhadap PDB: 1 persen.

Jepang selama ini sudah mempertahankan anggaran militernya hanya sebesar 1 persen terhadap PDB sejak 1967. Sebagai hasilnya, penghematan anggaran militer Jepang telah membuat perekonomian negara tersebut semakin kuat. Di saat berbagai negara Asia Timur meningkatkan belanja modal lebih dari 55 persen selama 10 tahun terakhir, Jepang justru mengalami penurunan anggaran 1,7 persen.

1. China
Para pejabat militer China berkumpul di Beijing
Belanja militer 2010: US$119 miliar (perkiraan).
Perubahan 2001-2010: 189 persen.
Persentase terhadap PDB: 2,1 persen (perkiraan).

China merupakan negara kedua di dunia yang menghabiskan dana paling besar untuk belanja militer sepanjang 2010. Negara Tirai Bambu ini juga mengalami pertumbuhan tercepat di antara negara-negara lainnya. Sejak 2001 hingga 2010, tercatat anggaran militer China mengalami pertumbuhan yang melesat hingga 189 persen. Pertumbuhan itu lebih dari dua kali lipat di antara 10 negara yang masuk dalam daftar ini.

Pelemahan ekonomi pada 2009 menyebabkan kenaikan anggaran belanja China hanya meningkat 3,8 persen. Namun, anggaran pada 2011 diperkirakan naik 12,7 persen.
Banyak analis yang yakin anggaran pertahanan China sebetulnya lebih tinggi dari laporan yang selama ini beredar di masyarakat. (art)
• VIVAnews

Kota

IVAnews - Jepang berharap terjadi pemulihan di negara tersebut pascagempa bumi dan tsunami. Bencana yang terjadi Maret lalu itu menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian ekonomi yang cukup besar.

Selain itu, rusaknya fasilitas tenaga nuklir Fukushima yang menyebabkan terhentinya pasokan listrik dan diberlakukannya pemadaman bergulir disinyalir membuat perekonomian dan industri Tokyo tak bergairah.

Untuk itu, meskipun kota tersebut dipercaya bakal pulih, pemodal disarankan untuk melirik sembilan kota di Asia yang saat ini sedang booming untuk investasi mereka.

Hal itu bisa dilihat dari bisnis perumahan dan ekonomi yang tumbuh, banyaknya populasi, serta kemampuan kota tersebut dalam menarik perusahaan-perusahaan multinasional besar.

Selain lima kota alternatif yang sudah disebutkan sebelumnya, menurut laman businessinsider, masih terdapat empat kota lainnya, yakni:

6. Seoul
Kota Seoul
Populasi: 9,8 juta jiwa.
Bisnis perumahan: Tidak ada datanya.
Perusahaan ternama: British American Tobacco, LG, Hyundai, dan Samsung

Ibukota Korea Selatan itu berencana menyediakan jaringan kabel yang memungkinkan semua penduduk bisa mengunduh gambar film secara penuh dalam 12 detik, atau sekitar 200 kali lebih cepat daripada rata-rata koneksi internet di Amerika Serikat.
7. Mumbai
Kota Mumbai
Populasi: 21 juta jiwa.
Bisnis perumahan: Harga rumah di kota tersebut naik 20 persen pada 2010.
Perusahaan ternama: HSBC, ICICI Bank, dan HDFC Bank.

Pendapatan kota di India ini dari sektor hiburan dan keuangan. Mumbai tercatat memiliki produk domestik bruto (PDB) sebesar US$209 miliar. Industri nasional menyumbang 25 persen, sedangkan 70 persen dari transaksi modal.
Kendati demikian, India diketahui ketat dalam peraturan investasi asing yang dirancang untuk melindungi sektor domestik.

8. Beijing
Kota Beijing
Populasi: 22 juta jiwa
Bisnis perumahan: Harga rumah di kota China tersebut berhasil meningkat 10 persen selama 2010.
Perusahaan ternama: Google, Nestle, dan Carrefour.

Menurut Xinhuanet, PDB Beijing tumbuh 10,2 persen pada 2010 menjadi US$208 miliar. Penjualan ritel meningkat 17 persen (year on year/yoy) dan investasi aset di kota itu naik 13 persen yoy, sesuai laju pertumbuhan PDB di kota Shanghai yang diperkirakan sedikit melambat pada 2011.
Beijing diketahui terus bersaing dengan Shanghai dalam menarik perusahaan multinasional.

9. Shanghai
Kota Shanghai

Populasi: 23 juta jiwa.
Bisnis perumahaan: Harga rumah di kota tersebut berhasil meningkat 21 persen pada 2010.
Perusahaan ternama: The Walt Disney Co, Kraft Foods Inc, Vale, dan Seimens.

Shanghai mengalami pertumbuhan PDB hingga 9,9 persen pada 2010, tetapi jatuh di bawah rata-rata pertumbuhan nasional. Menurut ChinaDaily, pertumbuhan itu melambat karena pemerintah hanya akan fokus pada "kualitas daripada kuantitas".

Namun, Bank Sentral China berusaha melonggarkan pasar yang sebelumnya diatur ketat untuk menarik investasi asing dan membuat Shanghai menjadi pusat keuangan global pada 2020. (art)
• VIVAnews

Pebisnis Asia

VIVAnews - Sejak pertama kali dipublikasikan pada 1995, Fortune 500, yang berisi daftar peringkat perusahaan dunia terbesar, selalu didominasi oleh profil perusahaan asal Amerika Serikat atau Jepang. Bahkan, jika daftar tersebut dipersempit, yakni mencakup chief executive officer (CEO) top dunia, pasti ada pemimpin perusahaan dari Sony, Mitsubishi, dan Toyota.

Dalam laporan 25 pebisnis terkuat Asia yang dikutip VIVAnews.com dari money.cnn.com, ditemukan adanya pergeseran pebisnis terkuat di wilayah Asia dari sebelumnya didominasi Jepang, beralih ke China, India, dan wilayah Asia lainnya.

Memang, dalam daftar ini, CEO Toyota, Akio Toyoda, masih berada sebagai pebisnis terkuat di Asia. Namun, jumlah pebisnis Jepang yang masuk dalam daftar ini hanya berjumlah dua orang, di luar CEO Toyota.

Pemeringkatan pebisnis terkuat Asia ini didasarkan kepada pendapatan, laba, dan pertumbuhan perusahaan di kawasan yang tengah tumbuh dinamis ini. Selain itu, para pebisnis terkuat ini dinilai dari sisi perannya terhadap kesuksesan perusahaan.

Berikut ini adalah urutan lima besar pebisnis terkuat Asia. Posisi 6-10 dapat di lihat di sini:

5. CEO Huawei Technologies, Ren Zhengfei
Ren ZhengfeiTidak banyak masyarakat yang mengetahui sosok Ren Zhengfei, mantan petinggi militer yang memimpin Huawei, sebuah perusahaan pembuat perlengkapan telekomunikasi China. Namun, informasi yang minim tersebut tidak menghentikan upaya Ren untuk membangun perusahaan raksasa yang memainkan peran penting di dunia telekomunikasi dan jaringan internet.

Pertumbuhan pendapatan perusahaan diperkirakan mencapai 28 persen menjadi US$28 miliar tahun lalu. Secara kasar, dua pertiga pemasaran Huawei berasal dari konsumen di luar China.

Produk dan jasa layanan Huawei membuat bisnis telepon dan jaringan internet di dunia terus berjalan. Namun, masalah keamanan telah membuat Ren dan perusahaannya terpaksa keluar dari pasar yang diinginkannya yaitu Amerika Serikat.

Pusat penelitian dan pengembangan Huawei di California diperkirakan meningkatkan kehadiran perusahaan di AS, walaupun para ahli memperkirakan Ren akan tetap low profile.

4. CEO Samsung Group, Lee Kun-Hee
Lee Kun-Hee, Chairman SamsungChairman dan CEO Samsung Electronic, Lee Kun-Hee, telah berhasil mengubah perusahaan yang sebelumnya menghasilkan perangkat telepon low-end menjadi pemimpin pasar dunia di bidang telepon genggam, televisi, dan chip komputer.

Perusahaan bernilai US$137 miliar per tahun ini sering dibandingkan dengan Hewlett Packard. Meskipun dalam beberapa hal, Samsung terkenal sebagai Apple dari Korea Selatan karena inovasi dan desain. Performa itu juga sejalan dengan kinerja keuangan Samsung yang mengalami keuntungan US$14,3 miliar atau naik 65 persen.

Sebagai bukti kerja kerasnya, Lee yang berusia 69 tahun menikmati pengaruhnya yang luar biasa, meski skandal korupsi sempat memaksa dia berhenti dari posisi sebagai chairman di Samsung pada 2008.

Pada Desember 2009, Presiden Lee Myung-bak mengampuni Lee dalam kasus penggelapan pajak dan beberapa bulan kemudian dia kembali pada posisi chairman.

3. Chairman Reliance Industries, Mukesh D. Ambani 
Chairman Reliance Industries, Mukesh D Ambani CEO Reliance Industries Mukesh Ambani memiliki reputasi sebagai dealmaker dan terbukti mampu melahap aset di telekomunikasi, petrokimia, dan energi sebagai bagian dari upaya memperluas konglomerasinya yang mencapai US$45 miliar per tahun.

Ambani terkenal dengan kemampuan bernegosiasinya. Awal tahun ini, dia berhasil memburu perusahaan minyak Inggris, BP, untuk berinvestasi hingga US$7,2 miliar bagi 30 persen saham di 23 aset minyak dan gas yang dikuasai Reliance.

Kekayaan Ambani yang ditaksir mencapai US$27 miliar dan kini memiliki mansion pertama di dunia yang bernilai miliaran dolar AS, membuatnya sebagai subyek pemberitaan lokal dan kekuatan bisnisnya menghasilkan pengakuan dunia luar. Buktinya, Bank of America pada Maret menominasikan Ambani sebagai direktur non-Amerika pertama.

2. Tata Sons, Ratan Tata
Ratan Tata, Chairman Tata GroupJika ada orang yang mampu membawa budaya meminum kopi ke India yang terkenal sangat tergila pada teh, dia adalah Ratan Tata. Dia menguasai bisnis mulai dari otomotif, baja, hingga telekomunikasi.

Tata belum lama ini menandatangani kesepakatan dengan ritel Starbuck untuk membawa rantai bisnisnya dari Seattle ke India. Ini merupakan aksi terbaru dari aliansi oleh Tata yang membantu menjadi perusahaan multinasional bernilai US$67 miliar.

Sejumlah mitra kerja yang sudah digandeng Tata di antaranya Jaguar, Land Rover, Britains Tetley Tea, dan Pierre Hotel New York.

1. CEO Toyota Motor, Akio Toyoda
Akio Toyoda, CEO Toyota Motor Corp. Toyota tercatat sebagai perusahaan terbesar di Asia dan paling berpengaruh. Ketika Toyota Motor tersandung masalah, seperti yang terjadi pada 2010--di saat persoalan keamanan memaksa aksi recall beberapa tipe mobil terpopulernya--jutaan konsumen di seluruh dunia terkena dampaknya.

Di sisi lain, ketika membuat sebuah inovasi, hampir seluruh dunia memperhatikan dan terkadang mengikutinya. Setelah 14 tahun menghadirkan mobil jenis Prius, Toyoda telah mendorong perusahaannya menghasilkan 10 tipe baru mobil hybrid hingga 2015.

Dia juga fokus mengembangkan pasar di negara berkembang seperti China dan India yang mencakup 40 persen dari penjualan tahunan Toyota yang mencapai US$223 miliar.

Toyoda yang telah menjadi CEO selama dua tahun menunjukkan kekuatannya dengan menyelamatkan perusahaan dari skandal penarikan mobil di tengah spekulasi dan desakan agar dirinya mundur. Sekarang, para pemegang saham berharap Toyoda bisa mengawal perusahaan otomotif raksasa ini tumbuh lebih pesat dengan lebih hati-hati.
• VIVAnews

5 Perusahaan

VIVAnews - Seringkali masih ada pemikiran di masyarakat yang menganggap sebuah perusahaan besar tercipta dari ide-ide yang rumit. Padahal, tidak seluruh anggapan tersebut benar.
Saat ini, mulai banyak perusahaan besar yang sebenarnya dibangun dari ide-ide yang berbeda, dan awalnya seringkali dianggap tidak layak ataupun tidak praktis. Bahkan, sekarang jarang ditemui sebuah perusahaan besar dimulai dari sebuah ide yang menjamin perusahaan ini menjadi raksasa pada masa mendatang.

Seperti dikutip VIVAnews.com dari businessinsider, Selasa, 26 April 2011, setidaknya ada lima perusahaan sukses yang dibangun dari sebuah ide awal yang berbeda dan tak jarang dianggap bermasalah.

1. GroupunIde awal pembentukan perusahaan ini adalah memberikan kesempatan bagi sekelompok orang untuk merengkuh tujuan bersama. Tujuan tersebut digambarkan sebagai ThePoint.

Dalam operasionalnya, situs Groupon menyediakan media bagi perusahaan yang ingin menawarkan kupon (voucher), biasanya dengan diskon tertentu, dengan ketentuan jumlah penawar harus mencapai batas tertentu. Jika batasan minimal tidak terpenuhi, maka tidak ada transaksi pada hari itu.
Operasi seperti ini mengurangi risiko bagi pihak ritel jika jumlah kupon yang ditawarkan tidak memenuhi batas minimal.

Menurut situsnya, Groupun.com, program ini diluncurkan pertama kali pada November 2008. Saat ini, Groupun memiliki sekitar 1.500 pegawai di kantor pusat Chicago dan kantor yang sedang dikembangkan di Palo Alto, California.
Kini Groupun mengembangkan bisnisnya dengan membuka kantor perwakilan di Eropa, Amerika Selatan, Asia, dan negara-negara lainnya.

Pendapatan Groupun, yang berasal singkatan Group Coupon, seperti dikutip dari Wikipedia, sejak Januari 2010 hingga Januari 2011 diperkirakan mencapai US$11 juta hingga US$89 juta per bulan. Selama setahun, diperkirakan pendapatan Groupun mencapai US$460 juta. Pendapatan Groupon tahun ini diprediksi mencapai kisaran US$3 miliar hingga US$4 miliar.

Pada Oktober 2010, Groupun dikabarkan menerima pinangan dari Yahoo! senilai US$3 miliar. Tidak mau ketinggalan, Google juga berminat mengakuisisi perusahaan ini dengan tawaran US$5,3 miliar yang kemudian ditolak pada 3 Desember 2010.

Kabarnya Groupun bakal melepas sahamnya di lantai bursa pada 2013.

2. Instagram
Ide awal Instagram berasal dari pemikiran HTML 5 yang mampu mendukung program layanan informasi lokasi bagi penggunanya.

Instagram sendiri merupakan sebuah aplikasi yang bisa digunakan pengguna iPhone untuk berbagi foto. Dengan program ini, pengguna bisa menambahkan efek khusus pada foto yang dibuatnya sebelum disebarkan kepada pengguna Instagram lainnya menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, atau Tumblr.

3. FlickrPerusahaan ini dibangun dari ide sebuah website permainan multiplayer yang memiliki anggota sangat luas bernama Game Neverending.

Berdasarkan situs Wikipedia dijelaskan Flickr dikembangkan oleh Ludicorp, sebuah perusahaan yang berbasis di Vancouver, Kanada dan dibangun pada 2002. Ludicorp meluncurkan Flickr pada Februari 2004. Layanan ini dikembangkan pada awalnya untuk membuat Game Neverending.

Bentuk awal dari Flickr difokuskan sebagai ruang dialog (chat room) dengan banyak pengguna dengan nama FlickrLive dengan kemampuan berbagi foto secara langsung (real time). Yang lebih banyak terjadi adalah membagi foto atau gambar yang ditemukan di web daripada foto yang dibuat oleh para pengguna sendiri.
Evolusi berikutnya lebih ditekankan untuk uploading dan chat room menghilang dari peta situsnya.

Pada 2005, Yahoo! Inc. mengambil alih Ludicorp dan Flickr. Pada 28 Juni 2005, semua daftar isi dari server Kanada dipindahkan ke server yang berada di Amerika Serikat, yang menyebabkan semua data yang ada berada di bawah hukum federal Amerika Serikat.

4. Facebook
Awalnya, perusahaan yang kini menjelma menjadi korporasi raksasa hanya bertujuan untuk berbagi foto di antaranya anggotanya. Selanjutnya, para anggota memberikan peringkat dari foto-foto yang dianggap paling atraktif.

Menurut situs BusinessWeek, pendapatan Facebook pada 2009 atau enam tahun sejak peluncuran perdananya telah mencapai US$700 juta hingga US$800 juta atau setara Rp6,3-7,3 triliun.

CNet memperkirakan, pada 2009 Faceboook berhasil memperoleh laba bersih sebesar belasan juta dolar AS atau sekitar ratusan miliar rupiah.

Facebook juga merekrut lebih banyak tenaga staf penjualan untuk menjaring lebih banyak pengiklan, sehingga di akhir tahun jumlahnya menjadi lebih dari 4 kali lipat sejak awal 2009.

Di negaranya, perusahaan yang bermarkas di Palo Alto California AS itu kini juga telah menjadi salah satu perusahaan yang memiliki display iklan terbanyak.

Menurut Comscore, Facebok kini menguasai  16 persen pangsa pasar display iklan, meningkat dari 11 persen di kuartal akhir tahun lalu.

5. To be DeterminedHampir sama dengan Facebook, perusahaan ini menyediakan sebuah program internet, dengan anggotanya bisa saling berbagi foto dan membentuk kelompok berdasarkan lokasi melalui sebuah aplikasi bernama Color. (art)
• VIVAnews

Presiden Amerika

VIVAnews - Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama belum lama ini mengungkapkan pendapatan yang diterimanya sepanjang 2010. Data tersebut diperoleh dari Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan wajib pajak yang disampaikan Obama dan istrinya ke instansi pajak terkait.

Menurut SPT Obama dan Michelle, diketahui pendapatan bruto mereka untuk tahun pajak 2010 berjumlah US$1.728.096, yang menurut kurs rupiah saat ini setara dengan Rp15 miliar. Jumlah ini lebih kecil dari pendapatan tahun pajak 2009, yaitu sebesar US$5,5 juta (sekitar Rp47,7 miliar).

Bertolak dari pendapatan Obama tersebut, laman 247wallst.com seperti dikutip VIVAnews.com, Selasa, 26 April 2011 membuat analisis kekayaan 44 orang yang pernah menjadi presiden AS.

Analisis tersebut menggambarkan kekayaan para presiden AS jika dihitung berdasarkan posisi dolar AS pada 2010. Sebab, sejumlah pemimpin AS itu, khususnya pada abad ke-19, mengalami keuntungan maupun kerugian besar selama beberapa tahun. Selain itu, total kekayaan presiden AS ini didasarkan pada posisi puncaknya.

Kekayaan presiden AS ini memperhitungkan nilai aset seperti tanah, simpanan jangka panjang berdasarkan sejarah pekerjaan, warisan, rumah, serta pembayaran jasa. Analisis itu juga memasukkan kekayaan presiden AS yang berasal dari royalti buku, serta kepemilikan saham, dan imbal hasil dari perusahaan keluarga.

Dari daftar ini, Barack Obama yang kini memimpin AS ternyata hanya memiliki kekayaan sebesar US$5 juta. Kekayaan Obama yang sebelumnya berprofesi sebagai pengacara HAM sebagian besar berasal dari pembayaran royalti bukunya.

Kekayaan 'Anak Menteng' ini jauh dibandingkan dengan presiden AS lainnya yang mencapai ratusan juta dolar AS. Apalagi, jika dibandingkan dengan gaji Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang ditaksir majalah The Economist pada 2010, menerima gaji US$124 ribu atau Rp1,1 miliar per tahun.

Dari 44 presiden AS, berikut 5 besar pemimpin negara Adikuasa itu yang memiliki kekayaan terbesar sepanjang kepemimpinannya. Urutan 10-6 dapat dilihat di sini.
5. Andrew Jackson, US$119 juta (Rp1,07 triliun)
Andrew Jackson
Sebagai presiden AS ke-7, Jackson diperkirakan memiliki kekayaan sebesar US$119 juta. Presiden berjuluk Old Hickory sebelumnya sempat menyatakan ingin bersentuhan dengan kalangan kelas bawah AS, namun perlahan dia menjelma menjadi presiden terkaya pada era 1800-an.
Jackson yang memimpin AS pada periode 1829-1837 ini seolah 'menikah' dengan kekayaan dan membuat uang dari kegiatan militer. Dia tercatat memiliki tempat tinggal berjuluk The Hermitage dengan luas 1.050 Are (424 ha) dan sepanjang hidupnya memiliki sebanyak 300 budak.
Seiring berjalannya waktu, Jakcson terlilit utang yang sangat besar sepanjang hidupnya. 

4. Theodore Roosevelt, US$125 juta (Rp1,12 triliun)
Theodore Roosevelt
Sebagai putra yang terlahir dari keluarga terpandang dan kaya, Theodore Roosevelt memperoleh kepercayaan besar dari lembaga keuangan. Roosevelt sempat kehilangan kekayaannya di bisnis peternakan di Dakota dan harus bekerja sebagai penulis untuk membayar berbagai tagihan.
Theodore Roosevelt yang menghabiskan masa mudanya sebagai pelayan masyarakat ini memiliki areal seluas 235 Are (95 ha) berjuluk Sagamore Hills yang terkenal sebagai salah satu areal real estate paling mahal di Long Island. 

3. Thomas Jefferson, US$212 juta (Rp1,91 triliun)
Thomas Jefferson
Sebagai Presiden AS ke-3, Thomas Jefferson beruntung memperoleh kekayaan dari ayahnya berupa lahan seluas 3.00 Are (121 ha) dan lusinan budak. Rumahnya yang berjuluk Monticello dengan lahan perkebunan seluas 5.000 Are (2.023 ha) di Virginia merupakan salah satu arsitektur bangunan terbaik kala itu.
Kekayaan Jefferson berasal dari berbagai posisinya dalam bidang politik sebelum akhirnya menghantarkan dia menjadi presiden.
Seperti presiden-presiden sebelumnya, Jefferson juga akhirnya harus berhadapan dengan masalah utang menjelang akhir hayatnya.

2. George Washington, US$525 juta (Rp4,72 triliun)
George Washington
Inilah presiden pertama yang memimpin AS, George Washington. Kekayaan Presiden AS era 1789-1797 ini ditaksir mencapai US$525 juta. Washington memiliki areal perkebunan Mount Vernon yang terdiri atas lima perkebunan terpisah dengan 8.000 Are (3.237 ha) di antaranya merupakan perkebunan utama yang dikelola 300 budak.
Istrinya, Martha Washington, beruntung memperoleh warisan besar berupa properti dari ayahnya.
Presiden pertama AS ini juga memperoleh pendapatan signifikan dibandingkan presiden-presiden AS berikutnya karena gajinya ditetapkan sebesar 2 persen dari anggaran ekonomi AS pada 1789.
1. John F Kennedy, sekitar US$1 miliar (Rp9 triliun)
John F Kennedy
Presiden AS yang misteri penembakannya masih belum terungkap hingga kini, terlahir dari keluarga kaya raya dengan istri yang merupakan pewaris perusahaan minyak. Ayah Presiden AS ke-35 ini juga terkenal sebagai salah satu orang terkaya di Amerika dan merupakan ketua United States Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat pertama.
Sebagian besar pendapatan JFK dan properti yang dimilikinya berasal dari pembagian saham dengan anggota Kennedy yang lain. (art)
• VIVAnews